Translate

Selasa, 08 Mei 2012

Pengaruh Lingkungan Dalam Perkembangan Anak


Pengaruh Lingkungan Dalam Perkembangan Anak


Perkembangan seseorang adalah hasil dari faktor bawaan dan lingkungan. Perkembangan anak tergantung dari bagaimana orangtua memberikan kebutuhan untuk anaknya dan peranan lingkungan, atau bagaimana juga faktor lingkungan yang ada disekitarnya karena itu akan mempengaruhi perkembangan yang dimilki oleh anak secara maksimal. Pendidikan anak di jaman modern seperti sekarang ini tidaklah mudah. Di satu sisi, jaman ini memberikan berbagai banyak kemajuan teknologi yang memungkinkan anak-anak memperoleh fasilitas yang serba “canggih” dan “wah” yang bisa membantu perkembangan mereka, tapi di sisi lain, tidak menutup kemungkinan bahwa kemajuan tersebut membawa dampak yang negatif yang justru dapat menghambat perkembangan anak.

Lingkungan pendidikan terdiri dari tiga komponen, yaitu keluarga, sekolah, dan masyarakat. Ketiga hal tersebut yang sering dikenal dengan Tri Pusat Pendidikan, yang sangat berpengaruh bagi perkembangan anak. Keluarga sebagai lembaga pendidikan pertama adalah modal utama bagi perkembangan anak selanjutnya. Lingkungan keluarga merupakan lingkungan pengaruh inti. Keluarga dipandang sebagai lingkungan dini yang dibangun oleh orangtua dan orang-orang terdekat. Dalam bentuknya keluarga selalu memiliki kekhasan dalam mendidik anak-anaknya. Pengaruh keluarga amat besar dalam pembentukan pondasi kepribadian anak. Keluarga yang gagal membentuk kepribadian anak biasanya adalah keluarga yang penuh konflik, tidak bahagia, tidak solid antara nilai dan praktek, serta tidak kuat terhadap nilai-nilai baru yang rusak.

Sekolah adalah lembaga pendidikan kedua setelah kelurga yang berfungsi sebagai pusat pembentukan pribadi anak dan mengembangkan potensi yang ada pada anak. Lingkungan ketiga yaitu lingkungan masyarakat, atau lingkungan pergaulan anak. Biasanya adalah teman-teman sebaya di lingkungan terdekat.Masyarakat merupakan pusat pendidikan ketiga setelah kelurga dan sekolah yang berfungsi mengenalkan norma-norma kemasyarakatan kepada anak.

Kondisi dimana anak dibesarkan sangat besar pengaruhnya bagi perkembangan anak, kalau anak dibesarkan dalam kondisi kekerasan, maka perilaku kekerasan akan menjadi bagian dari dirinya. Sebaliknya kalau anak dibesarkan dalam kondisi yang positif, hubungan anggota keluarga harmonis, memberikan contoh perilaku yang positif, memfokuskan pada tiga dimensi pengembangan anak secara seimbang, peka terhadap hal yang terjadi di lingkungannya, maka anak akan berkembang lebih positif.

Perhatian, kasih sayang, dan respons dari orang tua sangat berperan. Orangtua yang peka dan tahu akan kebutuhan anak, mengerti keinginan anak, mengapa anak berperilaku tertentu untuk menarik perhatian orangtuanya. Dari sinilah anak akan merasa dirinya sebagai orang yang penting diperhatikan, memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Orang tua hendaknya tahu kapan membolehkan anaknya menentukan pilihannya sendiri dan kapan tidak. Pada anak usia Balita, dalam aspek psikososial, anak perlu belajar benar atau salah, boleh dan tidak boleh.

Faktor lingkungan memang sangat bisa mempengaruhi perkembangan anak terutama prilaku mereka. Contoh sederhana saja, sering kita temukan dalam kehidupan sehari- hari, bahasa-bahasa aneh dan bahasa ABG yang sudah dapat ditiru anak -anak yang baru berumur 4 tahun. Contohnya ” cape deh… “, ” kasian deh lu..” dan lainnya. Jadi peran keluarga, sekolah dan masyarakat sangat penting dalam membantu perkembangan anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar